Jumat, 17 Oktober 2025

LIQUIDASI TERBESAR DALAM SEJARAH BITCOIN (liq 10-18/10/2025)

Penyebab Liquidasi Terbesar Bitcoin: Antara Sentimen Politik dan Strategi Pasar

Beberapa hari terakhir, dunia kripto kembali diguncang oleh gelombang likuidasi besar Bitcoin (BTC). Harga BTC sempat anjlok hingga ke kisaran $101.000, menyebabkan jutaan dolar posisi leverage terhapus dalam waktu singkat. Banyak trader bertanya: apa yang sebenarnya terjadi?


-grafik bitcoin timeframe daily-

Awal Gejolak: Trump Umumkan Tarif 100% untuk Produk China

Kepanikan pasar dimulai setelah Donald Trump mengumumkan rencana mengenakan tarif 100% terhadap impor dari Tiongkok.
Kebijakan ini langsung mengguncang pasar global — saham, emas, dan kripto sama-sama mengalami tekanan karena investor beralih ke aset yang lebih aman (seperti dolar AS).

Dalam waktu beberapa jam, BTC langsung turun tajam, dan lebih dari ratusan juta dolar posisi long terlikuidasi di berbagai bursa derivatif.

-Donald trump dan Xi jinping-

Aktivitas Whale yang Mencurigakan

Beberapa analis on-chain melaporkan transaksi besar di jaringan Bitcoin, yakni transfer sekitar 2.000 BTC di block 919298 yang dipecah menjadi 51 alamat berbeda.
Banyak yang menduga langkah ini sebagai sinyal redistribusi dana besar atau persiapan jual, meskipun sejauh ini belum ditemukan bukti bahwa BTC tersebut benar-benar dikirim ke exchange untuk dijual.

-ilustrasi whale (big trader)-

Trader Besar ETH Raup Keuntungan

Selain pergerakan di jaringan Bitcoin, alamat Ethereum 0xb317d2bc... dilaporkan mencetak profit besar dari posisi short di pasar derivatif Hyperliquid.
Artinya, ada pihak yang sudah menyiapkan posisi untuk menghadapi penurunan harga besar — entah karena membaca kondisi pasar, atau mungkin karena memanfaatkan momentum berita tarif Trump.

-Hyperliquid-

Klarifikasi Trump: Tarif Tidak Berkelanjutan

Menariknya, setelah pasar kripto sempat panik, Trump kembali memberi pernyataan bahwa tarif terhadap China tidak akan bersifat permanen dan ia berencana bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping.
Pernyataan ini langsung menenangkan pasar dan mendorong BTC sedikit rebound, menandakan bahwa tekanan sebelumnya kemungkinan bersifat sementara.

-News By Quartz-

Analisis Akhir: Faktor Politik Memicu, Bukan Mengatur

Dari seluruh data on-chain dan berita makroekonomi, dapat disimpulkan bahwa:

  • Penurunan tajam BTC lebih disebabkan oleh reaksi pasar terhadap ketidakpastian ekonomi global.

  • Aktivitas whale dan trader besar mempercepat efek domino likuidasi, tapi belum terbukti ada koordinasi politik di baliknya.

  • Sentimen “Trump sengaja bikin crash agar pihak tertentu bisa serok murah” belum punya bukti konkret, hanya korelasi waktu antara pengumuman dan pergerakan harga.


Kesimpulan

Liquidasi terbesar Bitcoin kali ini bukan karena konspirasi politik, melainkan kombinasi faktor makro, leverage tinggi, dan aksi whale.
Pernyataan Trump memang memicu kepanikan sesaat, namun pasar mulai menstabil setelah ia menegaskan bahwa kebijakan tarif tersebut tidak akan berlangsung lama.


Penutup

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap kebijakan global dan berita politik.
Investor perlu berhati-hati, tidak hanya melihat grafik, tapi juga memahami konteks ekonomi yang lebih luas di balik pergerakan harga.

Rupiah Rp18.000, BI Naikkan Suku Bunga 100 Bps: Alarm Bahaya Ekonomi Indonesia?

  Mengapa Rupiah Mencapai Rp18.000? CDS Naik, BI Agresif, dan Ancaman Fiscal Doom Loop Indonesia Opini Penulis • Analisis Ekonomi Dis...